“China” atau “Cina”, Perbedaan Pandangan tentang Satu Huruf yang Berujung Pertengkaran

“China” atau “Cina”, mungkin bagi sebagian orang terlihat sepele. Karena kata itu dengan H maupun tanpa H tetap saja akan menghasilkan bunyi yang sama dari mulut kita, yakni c-i-n-a. Tapi sebagai seorang editor yang bekerja untuk media online, satu huruf H yang ada di tengah kata itu menjadi hal penting, tak lagi sepele. Dengan H ataupun tanpa H dalam kata itu bukanlah persoalan kecil. Alasan … Lanjutkan membaca “China” atau “Cina”, Perbedaan Pandangan tentang Satu Huruf yang Berujung Pertengkaran

Pelatihan Blog: Memulai Lagi Personal Branding yang Tertunda

Hingga suatu saat, ketika saya memutuskan untuk menjadi seorang editor dan penulis freelance, saya merasa saya harus mengisi blog saya untuk personal branding. Bagi saya, blog akan membantu saya mendokumentasikan hasil pikiran dan hasil kerja saya, sehingga calon klien dapat mempertimbangkan saya untuk suatu pekerjaan. Lanjutkan membaca Pelatihan Blog: Memulai Lagi Personal Branding yang Tertunda

Mendaur Ulang Kenangan (Cerpen)

Pantai dan laut itu indah jika terlihat dari jauh. Namun tak begitu ketika kita mendekatinya. Tak berbeda jauh dengan hubungan percintaan, indah terlihat oleh orang yang tidak sedang menjalaninya, namun tak begitu berat bagi orang yang menjalaninya. Ada yang mau membantah? Silakan saja. Mungkin pengalamanmu berbeda, namun Elok menyimpulkan itu berdasarkan pengalaman yang dilihat dan dirasakannya. Elok dan teman-temannya, yang tergabung dalam Komunitas Anak Laut … Lanjutkan membaca Mendaur Ulang Kenangan (Cerpen)

Ijazah Tembak (Cerpen)

Di tengah kebingungan, Acad menemukan jawaban, ke mana arah pembicaraan Mamak selama ini. Berminggu-minggu Acad merasa perintah Mamak bagai misteri, perintah yang harus dituruti tanpa tahu alasannya. Setelah mendengar percakapan dua orang pelanggan kantin siang itu, barulah Acad mengerti apa yang diinginkan Mamak. Beberapa minggu yang lalu Mamak melontarkan keinginannya agar Acad bersekolah lagi, tapi Acad menolak. “Sudah saja, Mak. Orang-orang ‘kan tidak tahu kalau … Lanjutkan membaca Ijazah Tembak (Cerpen)

Puisi: [Ter]sesat

Kau dilepaskan di hamparan luas nan gulita Netramu tak sempurna, matamu butuh cahaya Ketika lilin hadir di luas padang gelap, kau mengejarnya dengan tergopoh Kau, yakin dian itu ‘kan mengantarmu pulang Ke rumah Tempatmu betah Berdiam Tinggal Tapi, “buat apa aku datang kalau aku harus pulang,” tanyamu. Pada siapa? Tanyamu lagi. Padahal kauberjalan tak sendiri, kau tak mandiri, “tak mampu tentukan pilihan sendiri?” tanyamu lagi. … Lanjutkan membaca Puisi: [Ter]sesat

ATAS NAMA TUHAN DAN AGAMA (Cerpen)

Mereka hilir mudik di trotoar, berdesakan ke arah yang berlawanan, seolah tak ada jalan lain yang dapat dilalui selain setapak itu. Sebagian bergegas menuju utara, sebagian yang lain berjalan tergesa menuju selatan. Yang ke utara hendak melaksanakan sembahyang di musholah, sementara yang ke selatan bermaksud mengisi perut di kantin. Panas yang menyengat membuat siswa-siswa itu berebutan untuk berjalan di atas trotoar yang dari ujung ke … Lanjutkan membaca ATAS NAMA TUHAN DAN AGAMA (Cerpen)

100 Hari setelah Dukacita Pertama (Cerpen)

“Ternyata kamu lebih cinta benda-benda merahmu daripada keluargamu. Kamu lebih memilih keluarga dekatmu mati satu per satu daripada harus menyimpan benda-benda itu. Emangnya kamu tidak bisa menanggalkan warna merah dari tubuhmu dan menyimpan perabot-perabot merahmu itu? Masa’ 40 hari saja tidak bisa.” Baru kali ini aku mendengar suara tinggi wanita yang melahirkanku itu. Selama hidupku Ibu pantang meninggikan suara di depan aku dan Farma, anak-anaknya, semarah … Lanjutkan membaca 100 Hari setelah Dukacita Pertama (Cerpen)